PENYULUH KEHUTANAN

Dengan misi Hutan lestari dan Masyarakat sejahtera dengan pemberdayaan Kelompok Tani hutan

Jumat, 28 Juli 2023

 

PENGUATAN DAN PENDAMPINGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN (KENAIKAN KELAS KTH) DI KTH ENGGAL MAKMUR LESTARI DESA KARANGAN KECAMATAN BADEGAN KABUPATEN PONOROGO



 

Pertemuan ini terselenggara pada tanggal 25 Juli tahun 2023 bertempat di secretariat KTH Enggal Makmur Lestari, dalam pertemuan ini hadir pengurus dan anggota KTH dan penyuluh kehutanan  serta ASN  pelaksana Cabang Dinas kehutanan wilayah Pacitan Wilker Ponorogo.

Pada kesempatan tersebut Kasi RLPM CDK Wilyah Pacitan yang diwakili oleh Bapak Brihan Analis RHL CDK Wilayah Pacitan menyampaikan akan pentingnya 3 kelola KTH yaitu Kelola Kelembagaan Kelola Kawasan dan Kelola Usaha, beliau menyampaikan bahwa untuk 2 kelola yaitu Kelola kelembagaan dan Kelola Kawasan insya Alloh KTH Enggal Makmur Lestari sudah terpenuhi itu bisa dilihat dari Sejarah bahwa pada tahun 2017 KTH Enggal Makmur sudah mendapatkan sertifikat SVLK walaupun sekarang sudah tidak aktif lagi karena tidak pernah dilakukan penilikan dikarenakan biaya  sangat besar yang harus ditanggung oleh KTH.


Pertemuan penguatan kelembagaan KTH Enggal Makmur Lestari

Disampaikan juga bahwa CDK Wilayh Pacitan sangat terapresiasi  dengan adanya bantuan pinjaman lunak tunda tebang dari BLU yang sudah memasuki periode ke tiga, harapannya bantuan tersebut dapat digunakan untuk pengembangan usaha produktif KTH dengan  tetap mempertahan tegakan pohon sebagai penghasil oksigen.


 

PENGUATAN DAN PENDAMPINGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN (KENAIKAN KELAS KTH) DI KTH ENGGAL MAKMUR LESTARI DESA KARANGAN KECAMATAN BADEGAN KABUPATEN PONOROGO

 


Pertemuan ini terselenggara pada tanggal 25 Juli tahun 2023 bertempat di secretariat KTH Enggal Makmur Lestari, dalam pertemuan ini hadir pengurus dan anggota KTH dan penyuluh kehutanan  serta ASN  pelaksana Cabang Dinas kehutanan wilayah Pacitan Wilker Ponorogo.

Pada kesempatan tersebut Kasi RLPM CDK Wilyah Pacitan yang diwakili oleh Bapak Brihan Analis RHL CDK Wilayah Pacitan menyampaikan akan pentingnya 3 kelola KTH yaitu Kelola Kelembagaan Kelola Kawasan dan Kelola Usaha, beliau menyampaikan bahwa untuk 2 kelola yaitu Kelola kelembagaan dan Kelola Kawasan insya Alloh KTH Enggal Makmur Lestari sudah terpenuhi itu bisa dilihat dari Sejarah bahwa pada tahun 2017 KTH Enggal Makmur sudah mendapatkan sertifikat SVLK walaupun sekarang sudah tidak aktif lagi karena tidak pernah dilakukan penilikan.

Disampaikan juga bahwa CDK Wilayh Pacitan sangat terapresiasi  dengan adanya bantuan pinjaman lunak tunda tebang dari BLU yang sudah memasuki periode ke tiga, harapannya bantuan tersebut dapat digunakan untuk pengembangan usaha produktif KTH dengan  tetap mempertahan tegakan pohon sebagai penghasil oksigen.

Selasa, 13 Juni 2023

 PEMANFAATAN LIMBAH KAYU UNTUK ALTERNATIFE ENRGI TERBARUKAN


Banyak limbah kayu yang belum dimanfaatkan, padahal limbah kayu bisa dimanfaatkan untuk sebagai alternative untuk  sumber bahan bakar terbarukan atau biomassa. Ranting ranting kayu yang hanya ditinggal di lokasi penebangan kayu sangat disayangkan padahal ranting tersebut bisa dijadikan serbuk kayu atau dibakar di dalam tungku pembakran  untuk dijadikan arang

Ranting ranting pohon yang belum dimanfaatkan secara optimal

Perusahaan arang yanga ada di Desa Ngunut Kecamatan Babadan, selain membuat arang dari limbah kayu dan kayu non perkakas juga membuat briket arang dari arang yang afkir, selain arang di perusahaan tersebut juga memanfaatkan asap hasil pembakan untuk disuling yang akan menghasilkan asap cair yang bisa digunakan untuk disinfektan alami

Arang yang afkir dihaluskan kemudian dicetak menjadi briket arang

Limbah serbuk dari proses penggergajian di sawmill juga bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan wood pellet, wood pellet akhir-akhir ini menjadi trend dalam mensiasati kelangkaan sumber energy dari fosil. Tambang batu bara lama-lama juga akan habis, tambang minyak bumi juga akan habis, oleh karena itu kita harus bersiap untu membuat sumber energy terbarukan dari pemanfaatan limbah kayu.

Mesin pembuat briket arang


Senin, 29 Mei 2023

 PEMULIAAN TANAMAN DENGAN METODE TOP WORKING



Pemuliaan tanaman merupakan metode yang secara sistematik merakit keragaman genetik tanaman menjadi suatu bentuk yang lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sehingga pemuliaan tanaman adalah suatu peoses rekayasa genetika untuk memperoleh sifat-sifat tanaman yang unggul. Sifat tersebut kemudian dapat diturunkan pada keturunan selanjutnya. Salah satu manfaat pemuliaan tanaman adalah meningkatkan produktivitas tanaman. Sifat unggul yang dihasilkan pemuliaan tanaman, membuat hasil tanaman lebih optimal per luas lahannya.

Alpukat (Persea americana)  merupakan salah satu komoditas unggul yang sekarng sedang menjadi promadona . Buah Alpukat merupakan buah yang banyak diminati oleh masyarakat. Namun demikian, tingginya minat masyarakat terhadap buah Alpukat tidak diiringi dengan peningkatan produktivitas tanaman Alpukat. Salah satu hal yang menyebabkan rendahnya produktivitas tanaman Alpukat adalah bahan tanaman yang digunakan berasal dari biji dengan kualitas genetik yang rendah.

Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas Alpukat adalah dengan teknik top working. Top working adalah cara memperbaiki mutu tanaman dengan cara menyatukan antara tanaman yang sudah dewasa berupa pokok pohon dengan entres yang berkualitas unggul, berbuah lebat dan tahan terhadap hama. Tanaman dewasa (tua) mempunyai sel meristem yang rendah dibandingan dengan tanaman muda. Sel meristem bertanggung jawab untuk pemulihan saat tanaman mengalami pelukaan. Sel tanaman yang masih muda cenderung mempunyai potensi regenerasi yang tinggi. Sel dengan potensi regenerasi rendah dapat mengakibatkan lambannya pertumbuhan pada tunas baru.

Satu batang bawah bisa di sambung 4 jenis alpkukat


Top working adalah cara memperbaiki mutu tanaman dengan cara menyatukan antara tanaman yang sudah dewasa berupa pokok pohon dengan entres yang berkualitas unggul, berbuah lebat dan tahan terhadap hama. Teknik top working pada dasarnya sama seperti teknik penyambungan yaitu memadukan batang bawah dengan batang atas, namun pada top working batang bawah yang digunakan adalah pohon dengan perakaran yang kuat.

Teknik top working memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah:

a.            Dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas tanaman

b.            Melakukan peremajaan tanaman tanpa harus menebang pohon

c.             Dapat dilakukan pada semua umur tanaman, tetapi akan lebih efektif apabila dilakukan pada tanaman yang sudah tua.

d.            Tanaman buah hasil top working akan berbunga dan berbuah lebih cepat.

e.            Tanaman top working tidak hanya unggul dalam hal kualitas dan kuantitas tetapi juga unggul dalam perakaran.

f.             Ukuran, bentuk dan rasa buah yang dihasilkan relatif sama seperti induknya.

g.            Dapat meningkatkan nilai ekonomis tanaman buah.

Faktor mempengaruhi keberhasilan Top Working di antaranya  adalah

1.            Kesehatan Tanaman

     Semakin subur tanaman maka proses penyembuhan luka dan pembentukan pertautan yang sempurna akan semakin cepat

2.            Saat Penyambungan

     Saat yang tepat melakukan top working adalah saat awal atau akhir musim hujan dengan suhu rata-rata antara 17 – 25 derajat celcius dan kelembaban rata-rata antara 17 – 25 derajat celcius dan kelembaban rata – rata 60 – 70%

3.            Keterampilan pelaksana

Semakin terampil pelaksana akan menghasilkan prosentrase keberhasilan yang tinggi

4.            Kebersihan alat

 Alat untuk menyambung seperti gunting pangkas dan pisau okulasi harus steril dari penyakit

 

Hasil akhir proses top working

Tanaman yang digunakan sebagai contoh dalam pelaksanaan demonstrasi cara di KTH Sumber Sekar Lestari yaitu tanaman Alpukat. Persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan top working antara lain:

1.            Alat :

a.            Pisau okulasi harus yang tajam

b.            Grafting tape atau plastik okulasi

c.             Plastik agak besar sebagai sungkup

2.            Bahan yang harus disiapkan adalah:

a.            Entres harus dari bibit yang unggul yaitu berbuah lebat, banyak dan enak juga tahan terhadap hama dan penyakit.

b.            Buatlah potongan miring disisi kiri dan kanan dan bentuknya akan seperti mata kapak, boleh disisakan satu atau dua daun yang di potong kira-kira tinggal 2 cm dari pangkal tangkai, sekaligus sebagai penanda apakah tehnik top working kita berhasil atau gagal tandanya akan kelihatan setelah dua minggu lebih, jika daun masih hijau dan menempel berarti berhasil tehnik yang kita lakukan.

 

Langkah- langkah top working

1.            Pertaman masukkan pisau yang agak runcing kemudian agak di congkel agar kulit dan kayu dapat terbuka dan kemudian masukkan mata tunas yang berbentuk kapak.

2.            Selanjutnya jika telah pas balutlah menggunakan grafting tape atau plastik okulasi kemudian baru di tali dengan ujung plastik supaya entres atau batang atas menyatu sempurna dan tidak ada lubang udara yang bisa memperlambat proses penyembuhan luka.

3.            Setelah diikat sempurna sungkup menggunakan plastik agar tidak terkena terik matahari secra langsung, karena akan mengakibatkan tunas atau entres kering dan tidak terkena air hujan supaya tidak busuk pada sambungan tempelan.

4.            Setelah kurang lebih 3 minggu, bila masih kelihatan hijau segar berarti kita berhasil dalam mempraktikan tehnik top working ini, tapi jangan lepas dullu tali anatara entres atau mata tunas dan pokok batang bawah


Selasa, 18 April 2023

 MONEV KEGIATAN RHL POLA AGROFOTERSTY TAHUN    2022



Kebutuhan pangan, papan, dan energi telah meningkat dengan pesat, sementara luasan lahan untuk memproduksi bahan tersebut cenderung menurun karena dipergunakan untuk keperluan lain.

            Salah satu usaha untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan produ;tifitas lahan melalui pengelolaan lahan yang efisien da akrap lingkungan. Berbagai pengelolaan lahan telah diteliti dan dicoba, diantaranya adalah sisten agroforestry ( pola wanatani ).

Sistem agroforestry  ( pola wanatani ) merupakan suatu pola pengelolaan lahan yang banyak dilakukan masyarakat didaerah tropis.Kegiatan yang berhubungan dengan agroforestry ( wana tani ) ini telah dilakukan oleh beberapa instansi terkait, seperti ;  Perguruan Tinggi, dan badan – badan internasional.

            Di Dinas  Kehutanan Propinsi Jawa Timur dalam berbagai kegiatan kehutanan sistem agroforestry telah diterapkan dan dikembangkan dalam program – program pembangunan hutan tanaman,  penghijauan dan pengembangan masyarakat didalam dan sekitar hutan.


Tanaman Alpukat rata2 mencapai ketinggian 60 cm dan sehat

Pengertian Agroforestry.

Agroforestry adalah suatu sistem pengelolaan lahan secara intensif dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian dengan maksud agar diperoleh hasil yang maksimal dari kegiatan pengelolaan hutan tersebut dengan tidak mengesampingkan aspek konservasi lahan serta budidaya praktis masyarakat lokal

Fungsi Agroforestry

      Fungsi utama pohon – pohon dan tanaman keras lainya adalah untuk memberikan jasa dan penghasilan langsung dalam bentuk buah – buahan, biji – bijian , rebung, kulit, akar, serta dapat pula sebagai cadangan plasma nutfah dan merupakan iklim mikro.

Maksud dilaksanakan monitoring dan evaluasi pertumbuhan tanaman Hutan Rakyat pola Agroforestry tahun 2022 adalah untuk memonitoring dan mengevaluasi pertumbuhan tanaman secara berkala apakah bisa tumbuh dengan bagus atau tidak.

 Sedangkan tujuan dilaksanakan monitoring dan evaluasi pertumbuhan tanaman Menyusun Laporan Pemantauan dan evaluasi pertumbuhan tanaman Hutan Rakyat pola Agroforestry tahun 2022 adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai jumlah dan jenis pohon yang mampu beradaptasi, laju pertumbuhannya dan mempelajari faktor penyebab ketidakmampuan beradaptasinya sehingga dapat di jadikan sebagai perbaikan pada kegiatan yang akan datang. 

        Monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan dilapangan di harapkan untuk selalu dilaksanakan mengingat kegiatan monev ini merupakan acuan untuk kegiatan yang akan datang.

Beberapa hal yang perlu di simpulkan terkait dengan kegiatan pemantauan dan evaluasi dari kegiatan ini adalah :

o   Semakin baiknya pengetahuan dan kesadaran petani dalam melakukan kegiatan pemeliharaan sehingga banyak tanaman yang bisa tumbuh dengan baik.

o   Ada beberapa tanaman mati karena di makan oleh hewan peliharaan petani seperti Kambing

o   Ada beberpa tanaman banyak mengalami kematian diakibatkan oleh cuaca dan kurangnya perawatan

o   Meningkatnya kesadaran petani dalam menjaga dan merawat tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik

Kamis, 24 November 2022

 KEGIATAN RHL POLA AGROFOTERSTY TAHUN 2022

Kebutuhan pangan, papan, dan energi telah meningkat dengan pesat, sementara luasan lahan untuk memproduksi bahan tersebut cenderung menurun karena dipergunakan untuk keperluan lain.

            Salah satu usaha untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan produ;tifitas lahan melalui pengelolaan lahan yang efisien da akrap lingkungan. Berbagai pengelolaan lahan telah diteliti dan dicoba, diantaranya adalah sisten agroforestry ( pola wanatani ).

Sistem agroforestry  ( pola wanatani ) merupakan suatu pola pengelolaan lahan yang banyak dilakukan masyarakat didaerah tropis.Kegiatan yang berhubungan dengan agroforestry ( wana tani ) ini telah dilakukan oleh beberapa instansi terkait, seperti ;  Perguruan Tinggi, dan badan – badan internasional.

Bibit tanaman sengon dan alpukat kegiatan Agroforestry tahun 2022

            Di Dinas  Kehutanan Propinsi Jawa Timur dalam berbagai kegiatan kehutanan sistem agroforestry telah diterapkan dan dikembangkan dalam program – program pembangunan hutan tanaman,  penghijauan dan pengembangan masyarakat didalam dan sekitar hutan.

Bantuan benih jagung kepada KTH Enggal Makmur Lestari pada kegiatan Agroforestry Desa Karangan Kecamatan Badegan


Pengertian Agroforestry.

Agroforestry adalah suatu sistem pengelolaan lahan secara intensif dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian dengan maksud agar diperoleh hasil yang maksimal dari kegiatan pengelolaan hutan tersebut dengan tidak mengesampingkan aspek konservasi lahan serta budidaya praktis masyarakat lokal

Fungsi Agroforestr

      Fungsi utama pohon – pohon dan tanaman keras lainya adalah untuk memberikan jasa dan penghasilan langsung dalam bentuk buah – buahan, biji – bijian , rebung, kulit, akar, serta dapat pula sebagai cadangan plasma nutfah dan merupakan iklim mikro.

Manfaat Agroforestry

            Kegiatan agroforestry mempunyai manfaat langsung dan tak langsung antara lain :

1. Manfaat lingkungan

      > Berpengaruh baik terhadap mata air.

      > Mengurangi terjadinya suhu ekstrim, baik

         di udara.

      > Maupun dalam tanah, dalam batang dan

         daun sehingga meningkatkan produktifitas

         tanaman.

      > Dapat mengurangi kerusakan – kerusakan

         terhadap tanaman pertanian/ tanaman

          pangan yang disebabkan oleh hujan deras .

      > Mengurangi tekanan penduduk terhadap

          kerusakan hutan sehingga hutan tetap lestari

         dan berfungsi baik terhadap lingkungan.

2. Manfaat Ekonomi

      > Menambah difersifikasi hasil, selain

          tanaman pangan juga mendapatkan hasil

         dari kayu-kayuan.

      > Memberi jaminan terhadap kegagalan hasil

         panen, karena pohon merupakan modal

         berdiri

      > Meningkatkan dan penyediaan hasil berupa

          kayu untuk industry, bangunan, kayu bakar,

         pakan ternak dan pupuk organic

      > Meningkatkan pendapatan masyarakat .          

3. Manfaat Sosial

      > Perbaikan taraf hidup bagi masyarakat

         karena adanya pekerjaan dan pendapatan

         yang lebih tinggi.

      >Perbaikan nilai gizi dan tingkat kesejahteraan

         masyarakat dengan adanya aneka hasil

         panen yang diperoleh dari berusaha tani

         pemanfaatan lahan

Calon lokasi penanaman kegiatan RHL pola Agroforestry tahun 2022


Jumat, 30 September 2022

 MONITORING DAN EVALUASI TANAMAN PERSEMAIAN PERMANEN BPDASHL SOLO TAHUN 2021 DI KTH RIMBA MULYA LESTARI DESA DAYAKAN KECAMATAN BADEGAN KABUPATEN PONOROGO


Monitoring dan evaluasi merupakan bagian dalam tata cara penyusunan pengelolaan rehabilitasi hutan dan lahan yang berupa kegiatan pengumpulan data dan informasi secara periodik mengenai pelaksanaan rehabilitasi untuk menilai keberhasilan rehabilitasi.

Monitoring dan evaluasi kegiatan penanaman bibit hasil Persemeaian Permanen BPDASHL Solo dilakukan oleh tim pelaksana dan  masyarakat sebagai penerima bantuan bibit gratis dari Persemaian Permanen BPDASHL Solo. Dalam melakukan pemantauan dan evaluasi kegiatan ini dilaksanakan di lahan yang ditanami bibit dari Persemeaian Permanen BPDASHL Solo.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dilaksanakan monitoring dan Evaluasi pertumbuhan kegiatan penanaman bibit hasil Persemaian Permanen BPDASHL Solo adalah untuk memonitoring dan mengevaluasi pertumbuhan tanaman secara berkala apakah bisa tumbuh dengan bagus atau tidak.

 Sedangkan Tujuan dilaksanakan monitoring dan Evaluasi pertumbuhan kegiatan penanaman bibit hasil Persemaian Permanen BPDASHL Solo adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai jumlah dan jenis pohon yang mampu beradaptasi, laju pertumbuhannya dan mempelajari faktor penyebab ketidakmampuan beradaptasinya sehingga dapat di jadikan sebagai perbaikan pada kegiatan yang akan datang.

Dalam monitoring dan evaluasi  pertumbuhan pohon, obyek yang dipantau adalah pohon yang ditanam  dalam kegiatan penanaman bibit hasil Persemaian Permanen BPDASHL Solo tahun 2021. Monitoring dan evaluasi  dilakukan terhadap:

(1) jumlah dan jenis tanaman,

(2) persentase tumbuh tanaman dan

(3) laju pertumbuhan tanaman.

 

Pengukuran tanaman oleh team BPDASHL Solo, Penyuluh Kehutanan dan Anggota KTH


PELAKSANAAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI

1.         WAKTU PELAKSANAAN

Kegiatan monitoring dan Evaluasi dilaksanakan pada tanggal 29 September 2022 di KTH Rimba Mulya Lestari Desa Dayakan Kec. Badegan Kab. Ponorogo. Kegiatan ini di lakukan oleh Petugas BPDASHL Solo, Penyuluh Kehutanan dan dibantu oleh anggota Kelompok Rimba Mulya Lestari

2.         SASARAN

Monev dilaksanakan di KTH Rimba Mulya Lestari Desa Dayakan Kec. Badegan Kab. Ponorogo yang telah mendapatkan bantuan bibit hasil Persemaian Permanen BPDASHL Solo pada Tahun 2021 sebanyak 5.000 bibit.

3.         METODE MONEV

            Metode yang di gunakan dalam monitoring dan evaluasi perkembangan tanaman produktif bantuan bibit hasil Persemaian Permanen BPDASHL Solo pada Tahun 2021  di KTH Rimba Mulya Lestari Desa Dayakan Kec. Badegan adalah dengan membagikan instrumen monitoring dan evaluasi kepada anggota kelompok, wawancara langsung dan observasi langsung ke lapangan.


Pertumbuhan tanaman alpukat yang baik