PENYULUH KEHUTANAN

Dengan misi Hutan lestari dan Masyarakat sejahtera dengan pemberdayaan Kelompok Tani hutan

Rabu, 17 Februari 2021

 PEMBUATAN BANGUNAN KONSERVASI



Sungai merupakan salah satu sumber daya  alam yang mempunyai potensi sangat besar untuk kehidupan manusia. Salah satu potensi yang ada adalah sebagai sumber air utama untuk kebutuhan hidup manusia.

Dam penahan adalah bendungan kecil yang lolos air dengan kontruksi bronjong batu atau crucuk kayu/bamboo yang dibuat pada alur jurang dengan tinggi maksimum 4m. Manfaat DAM Penahan adalah untuk mengendalikan endapan dan aliran air permukaan dari Daerah Tangkapan Air (Catchment Area) di bagian hulu serta meningkatkan permukaan air tanah di bagian hilirnya.

Aliran air pada awalnya menembus bronjong batu ini tetapi pada akhirnya diharapkan sedimentasi terjadi pada bagian atas bronjong yang akhirnya sedimen menutup bronjong ini. Dam pengendali merupakan bangunan lebih besar dan lebih kuat dari pada dam penahan. Umumnya dam pengendali dibangun dengan tanah dipadatkan atau berupa beton sehingga dapat mengendalikan banjir. Kalau dam penahan dibangun dengan kawat bronjong batu yang tembus air. Dam pengendali ini dapat berupa bendungan yang besar.

Kegiatan Peningkatan Peran serta masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Pembuatan Dam Penahan ) Kabupaten Bangkalan Tahun 2021 akan di laksanakan di kecamatan Kokop Konang dan Geger  oleh Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur CDK Sumenep Wilayah Kerja Bangkalan

Dam penahan merupakan salah satu bentuk bangunan sipil teknis berupa dam kecil dibuat dari susunan batu yang diperkuat dengan bronjong kawat dengan fungsi utama sebagai penahan endapan lumpur akibat terjadinya erosi dimusim hujan. Tujuan pembuatan dam penahan untuk mengendalikan sedimentasi yang diakibatkan adanya erosi pada bagian tangkapan air sehingga dapat mencegah dan mengurangi pendangkalan pada bagian hilir serta memperluas lahan pertanian.

 

Persiapan

1)      Pemilihan calon lokasi

Pemilihan calon lokasi dilakukan dengan cara inventarisasi terhadap beberapa calon lokasi dam penahan ( DPn ) yang telah ditetapkan dalam Rencana Teknik Tahunan (RTT) yang telah disusun oleh Dinas yang menangani  bidang kehutanan, dengnan kriteria sebagai berikut :

a)      Lahan kritis dan potensi kritis

b)      Sedimentasi dan erosi tinggi

c)       Pengamanan sumber mata air

d)      Pengamanan bangunan vital

e)   Luas daerah tangkapan air (DTA)               10 – 30 ha

f)       Tinggi maksimal 4 meter

g)      Kemiringan alur  10 – 35 %

h)      Kemiringan lahan  10 – 35 %

Pemilihan lokasi serta pengukuran calon lokasi bangunan konservasi

2)      Orientasi lapangan

Calon lokasi yang terpilih  (memenuhi criteria) kemudian dilakukan orientasi lapangan  untuk menentukan jumlah volume ,biaya , letak serta ukuran bangunan dam penahan.

 

Pembuatan Dam Penahan (DPn)

a.       Persiapan

1)      Penyiapan Kelembagaan

a)      Pertemuan dengan masyarakat / kelompok dalam rangka sosialisasi.

b)      Pembentukan organisasi dan penyusunan program keja .

2)      Pengadaan Sarana dan Prasarana

Pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) diutamakan untuk jenis peralatan dan bahan habis pakai.

Pelaksanaan dilapangan antara lain :

a)      Pembuatan jalan masuk

b)      Pembuatan gubuk kerja/gubuk matrial  (bila diperlukan)

3)      Penataan areal kerja

a)      Pembersihan lapang

b)      Pengukuran kembali

c)       Pemasangan patok batas

d)      Pembuatan bending dan saluran pelimpah/spill way di tanah milik masyarakat,tidak ada ganti rugi.

Pembuatan profil bangunan konservasi

b.      Pembuatan

1)      Pemasangan/pembuatan profil bangunan

2)      Penggalian pondasi bangunan

3)      Penganyaman/pembuatan bronjong

4)      Pengisian bronjong

5)      Pengikatan bronjong

 

Pembuatan bronjong

Jumat, 22 Januari 2021

 BUDIDAYA LEBAH MADU




A.        Latar Belakang

1.       Budidaya lebah madu telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pada saat ini kegiatan perlebahan terlihat semakin meningkat dan telah mendapat banyak perhatian dari berbagai pihak.

2.       Usaha peningkatan dan pengembangan perlebahan di Indonesia didukung oleh berbagai potensi yaitu, antara lain :

a.       Tersedianya pakan lebah sepanjang tahun.

b.       Terdapatnya berbagai jenis lebah penghasil madu yaitu :

1.       Apis andreniformis

2.       Apis cerana

3.       Apis dorsata

4.       Apis florae

5.       Apis koschevnikovi

6.       Apis mellifera

c.        Tersedianya sumber daya manusia.

d.       Pasar yang masih terbuka.

3.       Manfaat budi daya lebah madu.

a.       Peningkatan pendapatan masyarakat dari hasil perlebahan : madu, tepungsari, royal jelly, propolis, lilin, racun lebah, dan lain-lain.

b.       Peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat.

c.        Peningkatan produksi pertanian, perkebunan dan kehutanan melalui penyerbukan (polinasi).

d.       Menciptakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha.

4.          Dalam pengembangan kegiatan perlebahan pemerintah mengambil kebijaksanaan unatuk mengembangkan lebah unggul (Apis mellifera) disamping jenis-jenis lebah local (Apis cerana dan Apis dorsata).

  Hal ini berdasarkan atas pertimbangan  bahwa Apis mellifera mempunyai sifat-sifat unggul, antara lain :

a.         Produktivitas yang tinggi, produksi madu dapat mencapai 50 kg/koloni/tahun.

b.         Tidak suka hijrah.

c.          Teknik budidaya yang sudah dikuasai.



B.      Tujuan

Petunjuk praktis budi daya lebah madu unggul (Apis mellifera) disusun dengan tujuan menyebar luaskan pengetahuan teknik budi daya lebah madu dan merangsang minat masyarakat untuk berusaha di bidang perlebahan.

 

I.        BIOLOGI LEBAH

Kehidupan Koloni

Apis mellifera berasal dari Eropa, kemudian berkembang di Indonesia. Jenis ini mulai dibudidayakan tahun 1972 oleh Kwarnas Gerakan Pramuka.

Secara umum ukuran tubuh lebah jenis Apis mellifera lebih besar dibandingkan dengan Apis cerana. Seperti halnya lebah jenis lainnya, lebah Apis mellifera hidup bergerombol/berkoloni. Dalam satu koloni terdapat seekor lebah ratu, puluhan sampai ratusan  lebah jantan dan ribuan sampai puluhan ribu ekor lebah pekerja.

1.       Lebah Ratu

·         Berkelamin betina sempurna.

·         Bentuk badan lebih besar dari lebah pekerja maupun lebah jantan.

·         Tugasnya bertelur selama hidupnya, dalam keadaan sehat mampu bertelur sampai 1.500 butir/hari.

2.       Lebah Jantan

·         Berkelamin Jantan sempurna.

·         Ukuran badan lebih besar dari lebah pekerja tetapi lebih kecil dari lebah ratu.

·         Tugasnya mengawini ratu.

3.       Lebah Pekerja

·         Berkelamin betina tidak sempurna.

·         Ukuran badan paling kecil.

·         Tugasnya member makan lebah ratu ratu dan larva, membuat sarang, mencari nectar dan tepung sari, memproses dan menyimpan madu serta mencari air.

 

 

II.     TEKNIK BUDIDAYA

A.      Penentuan Lokasi Budidaya Lebah

Tersedia pakan lebah yang cukup, bahan makanan lebah madu  adalah nectar dan tepungsari. Dalam menentukan jenis tanaman pakan lebah perlu diketahui :

·         Masa pembungaan tanaman.

·         Bentuk mahkota bunga.

·         Jenis-jenis tanaman pakan lebah antara lain kaliandra, lamtoro gung, sengon, puspa, jenis tanaman buah-buahan (apel, mangga, rambutan, leci, apokat, anggur, jeruk), tanaman industry (kapuk randu, kelapa, kopi, kapas, kelapa sawit, bunga matahari, karet, jagung), jeis tanaman sayuran ( lombik, ketimun, kacang polong, wortel) dan lain-lain.

·         Suhu udara ± 20-34oC, kelembaban 70-80%.

·         Tersedia air bersih sepanjang tahun.

·         Jauh dari sumber kebisingan, baud an asap yang menyengat.

B.      Peralatan

Peralatan budi daya lebah madu unggul (Apis mellifera) terdiri dari :

1.       Pengasap

2.       Sarung tangan

3.       Pelindung muka (topeng)

4.       Sikat lebah

5.       Pisau

6.       Kotak lebah

7.       Esktraktor

8.       Penyaring madu

C.      Pengadaan Bibit Lebah

·         Biasanya diperoleh dari lebah paket atau dari pemecahan koloni.

·         Pemecahan koloni dilakukan seperti pemecahan koloni Apis cerana.

·         Untuk memindahkan koloni dari lebah paket kedalam kotak lebah dilakukan secara perlahan-lahan. Setelah seluruh lebah masuk ke dalam kotak, rapatkan bingkai siaran sarang, masukkan alat pemberi makanan berserta sirup, kemudian kotak ditutup, koloni lebah dibiarkan sehari semalam, baru keesokan harinya pintu kotak dibuka untuk memberi kesempatan  lebah mencari makan. Untuk mendapatkan sumber pakan lebah dilakukan penggembalaan dengan cara membawa kotak lebah ke tempat-tempat yang banayak sumber makanan.

D.      Pemeliharaan dan Perawatan

·         Pemeriksaan koloni cukup dilakukan 7-10 hari sekali.

·         Diadakan pemindahan sisiran sarang untuk meningkatkan daya kerja koloni secara maksimal baik sisiran dalam kotak atau antar kotak.

·         Pengaturan koloni  dilakukan dengan menggabngkan 2 buah koloni  yang kuat dengan koloni yang lemah.

·         Pencegahan perampokan dan hijrah dengan jalan  menghindari koloni dari hama dan penyakit, kurang pakan, cuaca yang kurang menguntungkan, kebisingan dan koloni tidak mempunyai ratu.

 

 

III.      PEMUNGUTAN HASIL

 

1.       Untuk pengambilan madu sebaiknya dilaksanakan pada pagi hari atau sore hari, sisiran madu dipilih dari sisiran yang penuh madu atau sekurang-kurangnya 2/3 sisiran telah terisi madu yang sudah tertutup lapisan lilin. Bingkai sisiran dibersihkan lebahnya dengan sikat lebah, kemudian bingkai dimasukan dalam ekstraktor. Madu yang telah terkumpul disaring kemudian dimasukkan kedalam botol-botol.

2.       Pengambilan royal jelly dilakukan dengan menggunakan bingkai sisiran panenan royal jelly (queen comb) pada alat tersebut terdapat sederetan  mangkuk-mangkuk calon ratu yang diisi dengan larva pekerja, selanjutnya loeh lebah pekerja diisi dengan royal jelly, setelah semuanya terisi maka royal jelly dapat segera diambil.

3.       Pengambilan tepung sari dengan menggunakan perangkap tepung sari( pollen trap) yang dipasang didepan pintu masuk kotak lebah. Lebah-lebah yang membawa tepungsari akan merontokkan tepungsarinya, kemudian tepungsari ditampung dalam tempat penampungan.

4.       Pengambilan malam dilakukan setelah sarang lebah tidak berisi madu, tepung sari, telur, larva kemudian malam di press dengan alat penekan. Untuk mendapatkan malam yang baik, setelah di press, dicuci selanjutnya malam dicairkan sengan suhu pemanasan 63-65C setelah mencair disaring dengan kawat kasa.

 

IV.    PENANGANAN HASIL

Penyimpanan madu sesudah panen, agar madu dapat lebih tahan lama dalam penyimpanan maka perlu diperhatikan beberapa hal antara lain:

1.       Bejana penyimpanan madu terbuat dari bahan yang tidak mudah bereaksi misalnya gelas atau plastik.

2.       Suhu penyimpanan maksimal 37o C.

3.       Kadar air didalam madu paling tinggi 20%.

4.       Penyimpanan madu dilakukan dalam bejana yang tertutup rapat agar tidak terjadi kontaminasi dengan udara luar.

 

Selasa, 15 Desember 2020

 PEMBAGIAN BIBIT KBD DI KTH NGUDI MULYO LESTARI

Rehabilitasi hutan dan lahan keritis(RHL) dilahan keritis,lahan kosong dan lahan tidak

produktip merupakan salah satu upaya pemulihan kondisi yang kritis .upaya tersebut

memberikan hasil antara lain berupa kayu ,yang dapat meningkatkan ekonomi

masyarakat sekaligus penyerapan tenaga kerja (projob) dan mengurangi tingkat

kemiskinanan (Propoor).

Salah satu kegiatan untuk mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan dengan

pemberdayaan masyarakat adalah dengan pemberdayaan masyarakat adalah

pembangunan kebun bibit desa (KBD). KBD dimaksud adalah untuk penyediaan bibit

tanaman kayu-kayuan .Dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebun bibit desa dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat.bibit hasil

Kebun bibit desa digunakan untuk merehabilitasi hutan dan lahan kritis serta kegiatan

penghijauan lingkungan.

Pembagian bibit KBD yang diserahkan pengurus KTH ke pemuda Ansor desa watubonang
Antusiasnya warga dalam pengambilan bibit untuk Indonesia Hijau


Kamis, 12 November 2020

 BANGUNAN 

KONSERVASI TANAH DAN AIR


Konservasi tanah dan air atau seringkali disebut KTA merupakan suatu tindakan pengawetan terhadap kualitas dan kuantitas tanah dan air. KTA menjadi sangat mendesak dilakukan di berbagai DAS prioritas di Indonesia mengingat kerap terjadinya berbagai bencana alam hidrometeorologis, seperti banjir, banjir bandang, dan longsor.

 

Konservasi tanah dan air sendiri sebenarnya gabungan dari istilah konservasi tanah dan konservasi air, hanya saja seringkali istilah ini digabungkan karena proses-proses antara tanah dan air tidak dapat dipisahkan dan memiliki kaitan yang erat satu sama lain. Konservasi ini perlu dipelajari baik itu oleh para petani, masyarakat desa dan kota, mahasiswa, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat, hal ini karena permasalahan mengenai lahan tidak hanya bisa dikelola oleh satu lembaga saja.

Pengertian Konservasi Tanah dan Air

Konservasi tanah dan air (KTA) sering disebut sebagai pengawetan tanah dan air yaitu merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas tanah, kuantitas dan kualitas air, dan salah satu usaha pencegahan lahan kritis melalui pembuatan bangunan sipil teknis.

Penyelamatan hutan, tanah dan air merupakan program yang perlu terus ditingkatkan, lebih – lebih pada akhir – akhir ini banyak terjadi bencana alam banjir, tanah longsor di musim penghujan.

Dalam rangka mengurangi laju erosi tanah dan derasnya aliran arus sungai serta upaya perbaikan lingkungan dan pencegahan terjadinya lahan kritis salah satu upayanya adalah dengan pembuatan bangunan sipil teknis berupa Dam Penahan (DPN) dan pembuatan Small Gully Plug (SGP). Dalam pelaksanaan pembuatan bangunan dam penahan diarahkan untuk menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diterima oleh masyarakat

Dalam arti sempit konservasi tanah sendiri adalah upaya untuk mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi.

 

Dam penahan di desa Kalisat Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo

                Tujuan

Tujuan pembuatan bangunan sipil teknis Dam Penahan (DPN) dan Small Gully Plug (SGP) di Kabupaten Ponorogo adalah untuk menahan erosi tanah,meningkatkan rehabilitasi hutan dan lahan serta mempertahankan tanah dan air dari kehilangan dan kerusakannya melalui pengendalian erosi, sedimentasi dan banjir, sehingga lahan dan air dapat dimanfaatkan secara optimal dan lestari

 

                Manfaat

Manfaat darikegiatan pembangunan sipil teknis antara lain :

a.            Memperbaiki lahan yang rusak akibat gerusan air

b.            Mengendalikan erosi dan endapan  air dari daerah atas

c.             Memperbaiki kondisi tata air daerah sekitarnya

 

Bangunan Gully Plug di desa Pelem kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo

Sosialisasi kepada masyarakat menerangkan tentang masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam jangka panjang maupun jangka pendek terhadap pengelolaan tanah dan air. Setelah menjelaskan mengenai berbagai masalah yang sekiranya akan muncul, barulah dijelaskan mengenai pentingnya

 

Itulah berbagai hal yang berkaitan dengan KTA (Konservasi Tanah dan Air). Semoga informasi ini bermanfaat dan menggugah kita untuk terus mencintai lingkungan yang akan kita wariskan kepada anak cucu.